Showing posts with label komunitas wirausaha. Show all posts
Showing posts with label komunitas wirausaha. Show all posts

Wednesday, March 29, 2017

AYO TINGKATKAN PENJUALAN ANDA DENGAN STRATEGI SINERGI PROMOSI

Apa itu sinergi promosi? Yaitu menggabungkan data pelanggan dari beberapa orang dan melakukan promosi bergantian ke data yang sudah terkumpul melalui email.
Misalkan kami memiliki 1.000 alamat email, anda dan teman-teman anda masing-masing punya 1000 alamat email pelanggan/calon pelanggan. Terkumpullah 50 orang, sehingga ada 50.000 alamat email.
Bayangkan, kita masing-masing berhak menggunakan 50 ribu email sebagai alat promosi. Misalkan Anda menawarkan produk madu dengan harga 20.000. Dari 50 ribu email yang Anda kirim ada 1 % yang berminat, maka Anda mendapat pembeli sejumlah 500 orang dengan nilai penjualan 500x20000=Rp 10.000.000.

Saturday, March 4, 2017

Mental Produktif, Mental Multi Income

Era sekarang ini saya menyebut sebagai era multi income. Para profesional yang terus menerus bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan besar belum tentu menjadi makmur di masa tua, jika tidak berusaha memproduktifkan uangnya sejak muda. Anda yang hidup di perkotaan tentu sering melihat bagaimana para pensiunan dari sebuah perusahaan besar rela menjual rumah demi membiayai anaknya yang sedang kuliah.

Belum lama ini saya melihat seorang pensiuan pegawai yang membeli rumah yang cukup besar di sebuah kampung di Jawa Tengah. Dua tahun kemudian rumah itu dijual dengan harga murah lantaran ia terdesak oleh kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi dari biaya pensiuanannya. Selayaknya ia dapat menjual rumahnya dengan harga yang lebih tinggi, namun kenyataanya malah harga lebih rendah. Ini karena situasi yang mendesak sehingga dia dalam posisi lemah.

Saturday, February 25, 2017

Mental Wirausaha yang Kedua; Mental Pemberdaya

Suatu hari saya bertemu dengan seorang pedagang es buah yang laris di depan sebuah Rumah Sakit di Bekasi.  Ia bekerja dengan ditemani seorang Asisten. Kepada saya, pedagang es itu bercerita bahwa pengalaman usahanya sudah 30 tahun. Pernah mangkal di depan pabrik shampoo, pernah pula berdagang keliling di kompleks perumahan. Sampai akhirnya mendapat tempat mangkal di rumah sakit.

Saya bertanya, “Bapak kan sudah berpengalaman dan dagangannya laris, pasti sudah punya banyak cabang dong?”.

 “Wah nggak sanggup pak untuk buka cabang, pusing ngurus karyawan. Punya satu karyawan saja repot ngurusnya, gimana kalau punya 10 karyawan atau lebih,”ujarnya.

Saturday, February 4, 2017

Riyadin dan Kiat Sukses Usaha Sari Kedelai


Riyadin adalah salah satu member Indonesian Entrepreneur Society (IES) yang sukses mengembangkan usahanya mulai dari nol. Awalnya dia merintis usaha percetakan dari usia sekolah. Kemudian mendapat resep membuat sari kedelai atau dikenal juga sebagai susu kedelai.

Akhir Desember lalu Bambang Suharno dan Dwijo Weliyanto dari IES (Indonesian Entrepreneur Society) berkunjung ke lokasi pabrik Puspita Sale, nama perusahaan produsen sari kedelai milik Riyadin.

Saturday, December 17, 2016

Ide Bisnis : Menampilan Merek Yang Unik

Salah satu cara untuk meningkatkan daya tarik calon pelanggan adalah dengan menampilkan keunikan. Anak-anak muda umumnya suka hal-hal yang unik. Merek es Pocong adalah salah satu merek yang unik sehingga memiliki daya tarik calon konsumen untuk mencobanya. Di daerah sekitar Cawang ada bengkel AC dengan nama AC Millan, mengingatkan group sepakbola. Tentu saja orang yang lewat di sekitar situ akan tersenyum dan tertarik terhadap nama yang unik ini. Suatu saat akan mencoba bengkel dengan nama aneh ini.

Di Jogjakarta ada rumah makan "Padang Jingglang". Saya belum pernah kesana, Dugaan saya ini bukan rumah makan masakan padang, tapi anak-anak muda jogja yang suka kreativitas dan keunikan sehingga timbul ide rumah makan padang jingglang yang dalam bahasa Jawa artinya "terang benderang".

Thursday, November 17, 2016

Kiat Memilih Lokasi Bisnis di Pinggir Jalan

Bila kita mau usaha retail, kunci utamanya adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Banyak orang mengira, kalau jualan makanan, yang penting enak, pasti pelanggan akan berdatangan. Bila ada dua warung makan yang sama-sama enak dan harganya sama, yang satu lokasinya mudah dijangkau, yang lainnya berada di gang sempit, pelanggan akan memilih yang mudah dijangkau. Yang lokasinya mudah dijangkau juga lebih mudah dikenal orang dibanding yang berada di gang sempit.

Perihal mudah dijangkau, misalkan lokasi warung makan di pinggir jalan, harus diperhatikan mengenai posisinya agar sesuai dengan target pembeli. Seorang pemilik restoran di sebuah jalan di daerah Jakarta Selatan menuju Pamulang mengaku pada awalnya dia merasa heran karena lokasi restorannya di jalan raya tapi kurang ramai dibanding restoran di seberangnya. Setelah saya kunjungi saya sampaikan, bahwa kebanyakan pembeli akan kesulitan menuju restorannya karena pelanggan akan putar arah apabila mau makan.

Saran saya adalah, promo harus lebih kreatif agar sekitar 1 km sebelum lokasi restoran, pengendara mobil harus sudah tahu keberadaan restoran. Agar mereka bisa siap-siap menengok ke kanan dan putar arah. Ini juga belum cukup, harus ada kelebihan makanan yang disajikan, karena pengendara mobil untuk mencapai lokasi harus berkorban putar arah.

Setelah saya jelaskan ide ini, pemilik baru sadar. ”Oo,  pantesan Pak, hampir sepanjang jalan ini orang yang jualan makanan berada di seberang jalan ini, sehingga orang pulang kantor kalau mau cari makan tidak usah menyeberang yang membutuhkan ekstra waktu. Wah, saya kurang perhitungan Pak,” katanya.

Pelajaran baik dari pemilihan lokasi adalah, harus sesuai dengan sasaran pelanggan. Lokasi pinggir jalan biasanya mahal. Untuk bisnis tertentu mungkin harus melakukan inovasi besar-besaran agar bisa menutupi biaya sewa. Beberapa jenis usaha yang sasarannya warga di kompleks perumahan, biasanya lebih efisien jika lokasinya di dalam kompleks, bukan di jalan raya. Disamping sewa lebih murah, pembeli akan lebih mudah menjangkau lokasi yang masih di dalam kompleks perumahan. Contohnya warung nasi uduk atau bubur ayam yang sasarannya karyawan di komplek yang mau berangkat kerja, warung sembako skala kecil dan usaha lainnya. ***


Saturday, November 12, 2016

MEMBUAT SISTEM BISNIS: Cara Mudah Membuat Struktur Organisasi Usaha, Peraturan dan SOP Karyawan

Jika bisnis anda tidak punya sistem maka anda yang akan menjadi sistem. Artinya, apapun yang terjadi di perusahaan akan sepenuhnya tergantung pada anda. Pemilik warung sembako jika ikut arisan keluarga biasanya warungnya tutup, hal ini karena segala hal tergantung si pemilik warung. Dia tidak punya sistem untuk mengelola usahanya. Bahkan harga sembako pun yang hafal cuma si pemilik saja.

Jika usaha anda ingin berkembang, harus punya sistem yang baik, mulai dari organisasi usaha , sampai prosedur berbagai pekerjaan karyawan anda.

Monday, April 18, 2016

Sisihkan Uang Hasil Bisnis Untuk Pengembangan Bisnis



Manakala anda punya usaha dan usaha tersebut sudah mulai menghasilkan laba, janganlah terburu-buru menggunakan uang tersebut untuk memperbaiki teras rumah, tukar tambah kendaraan, membeli HP atau TV baru atau apapun yang membuat uang anda lenyap begitu saja. Ingat, sebagian besar keinginan untuk belanja ternyata adalah hanya keinginan saja, bukan kebutuhan. Nah, kebutuhan anda sekarang adalah membuat uang anda beranak pinak dengan cara bisnis


Thursday, April 14, 2016

Menciptakan Keunggulan Bisnis dengan Modal NOL



Alkisah pada suatu hari sebuah perusahaan multinasional yang memproduksi minuman mau mengembangkan bisnisnya dengan melakukan promosi gencar di media. Pimpinan perusahaan memanggil perusahaan iklan untuk melihat proses pembuatan minuman, sebagai bahan untuk menyusun iklan.

Setelah tim iklan melihat proses pembuatan minuman, mereka berhasil menciptakan kalimat iklan yang menarik yaitu “minuman ini diproduksi melalui 10 tahap pembuatan yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan demi menghasilkan minuman berkualitas tinggi”.

Tuesday, April 12, 2016

Mengukur Bisnis yang Menjanjikan

Anda pasti tidak asing lagi dengan artikel bombastis tentang bisnis di berbagai media cetak maupun online. Misalnya; jual krupuk pasir untungnya 100 persen. atau " modal sejuta menghasilkan 100 juta".
atau jualan krupuk omsetnya 100 juta.

Pernahkah anda tergiur lantas mencoba bisnis dan ternyata jauh panggang dari api?
Jika pernah, nggak usah khawatir. Anda tidak sendirian. Banyak orang seperti anda. Bahkan ada yang kena tipu dan melaporkan ke polisi.

Bagaimanakah cara mengukur bisnis yang tampak menggiurkan?
Pertama, pakailah logika. Jika seorang investasi 1 juta menghasilkan 5 juta tinggal ongkang-ongkang kaki, sangat boleh jadi itu adalah investasi penipuan.
Kedua, lihatlah riwayat tentang penawaran investasi bodong masa lalu. Sudah banyak masyarakat tertipu oleh informasi bisnis dan investasi yang menjanjikan namun di kemudian hari diketahui itu adalah penipuan. Mulai dari investasi agribisnis, investasi barang elektronik, koperasi dan sebagainya. Ciri-cirinya adalah menjanjikan hasil investasi yang jauh lebih tinggi dari bunga bank.
Ketiga, tanyalah pada relasi atau sahabat Anda yang sudah pengalaman dalam berbisnis. Orang-orang yang berpengalaman dalam bisnis, tentunya tidak akan mudah tertipu karena mereka paham bagaimana sulitnya mengembangkan bisnis.

Saturday, April 9, 2016

Bagaimana Mengembangkan Bisnis




Bu yati (bukan nama sebenarnya), begitulah nama salah satu pendengar radio Elgangga 100.3 FM yang mengaku senang berdagang, tapi merasa dari tahun ke tahun tidak mengalami kemajuan. Sejak awal berdagang hingga sekarang penghasilannya ya begitu-begitu saja, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.



“Saya merasa punya jiwa dagang Pak. Saya pernah berjualan apa saja. Mulai dari pakaian, perhiasan, parfum, handphone, emas, dan sekarang buka toko sembako. Tapi, mengapa dari dulu usaha saya tidak maju juga?” kata Bu Yati dalam acara talkshow wirausaha yang saya asuh tiap kamis pagi jam 9-10.

“Saya merasa fisik saya sudah mulai menurun, padahal saya mengelola usaha sendiri”, tambahnya.

Para pembaca yang budiman, apakah anda termasuk pelaku bisnis yang mengalami “nasib” yang sama dengan Bu Yati? Jika ya, marilah kita cermati apa yang terjadi dalam kasus Bu Yati ini.

Bu Yati mengaku sudah malang-melintang sebagai seorang pedagang. Ia membeli barang dari satu sumber dan menjualnya ke orang lain. Kemampuannya berkomunikasi dengan banyak orang membuat dagangannya cepat laku. Merasa bakatnya yang mudah diterima orang lain, dan usaha berjualan keliling rumah makin lama makin menguras tenaga, Bu Yati ingin punya usaha tanpa harus keliling door to door.

Saturday, March 26, 2016

Technopreneurship, Tidak Selalu Membangun Pabrik (Artikel Bambang Suharno)


Bersama delegasi Indonesia, beberapa tahun lalu saya berkesempatan untuk untuk berkunjung ke Kota Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, untuk mengikuti seminar dan melihat sebuah pameran bisnis perunggasan terbesar di dunia, International Poultry Expo (IPE). Lokasi pameran sangat strategis, yakni di Georgia Convention Center. Tidak jauh dari sana, ada kantor pusat studio televisi CNN dan kantor pusat perusahaan  minuman ringan terbesar di dunia, Coca Cola.

Di pameran perunggasan, saya melihat bagaimana canggihnya teknologi diterapkan dalam pengembangan bisnis ayam, mulai dari kandang otomatis, sistem pemeliharaan yang terintegrasi dari pembuatan pakan ayam, pemberian pakan dan minum otomatis, teknologi menangkap ayam, memotong ayam hingga pengolahan daging dan telur ayam. Saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pemotongan ayam modern yang berlabel halal dengan standar Majelis Ulama setempat. Saya tidak terlalu kaget dengan teknologi tersebut karena saya tahu, sebagian dari teknologi tersebut ada yang sudah diterapkan di perusahaan-perusahaan pembibitan unggas (breeding farm) dan pabrik pakan modern di Indonesia seperti Japfa Comfeed, Charoen Pokpand Indonesia, Sierad Produce dan sebagainya.

 

Namun di luar semua itu tak kalah menariknya adalah kantor pusat Coca-cola yang berada di seberang lokasi pameran. Perusahaan Coca Cola didirikan tahun 1944 oleh Asa Griggs Candler yang semula pemilik sebuah toko kimia. Pada awalnya ia menjual minuman coca cola dalam sebuah kedai minuman semacam warkop di negeri kita. Para penggemar coca cola dimanapun, bila ingin menikmati minuman coca cola harus datang ke kedai, cukup dengan mengeluarkan kocek 5 sen dolar. Ramuannya adalah coke dicampur soda, yang membuat tubuh terasa segar.

Sunday, February 21, 2016

IES Kerjasama dengan Tokopedia

Bertempat di kantor pusat Tokopedia Jl S Parman Jakarta, Sabtu, 13 Februari 2016, anggota Komunitas Wirausaha Indonesia/ Indonesian Entrepreneur Society (IES) dan RWP Group berkumpul untuk mengikuti acara bertajuk Tokopedia Meet up yang dikemas dalam bentuk seminar dan workshop tentang kiat sukses memperluas jangkauan bisnis lewat Tokopedia. Acara diikuti oleh sekitar 50 orang anggota dari Jabodetabek dan beberapa daerah antara lain Semarang, Bandung, Padang, Salatiga dan sebagainya. Acara ini tidak dipungut biaya, bahkan peserta mendapat snack dan aneka doorprize menarik.

Acara diawali dengan penjelasan mengenai perkembangan tokopedia dan kiat sukses berjualan lewat tokopedia oleh Dini Ghaisani beserta tim. Tokopedia adalah perusahaan penyelenggara e-commerce yang berkembang sangat pesat. Belum lama ini tokopedia mendapat suntikan dana investasi sebesar 100 juta USD, sebuah bentuk kepercayaan akan masa depan pengembangan tokopedia. Semua orang bisa buka toko dan berjualan di Tokopedia secara gratis. Bagi IES, tokopedia bukanlah hal yang asing, karena sudah sering menyelenggarakan workshop toko online, dimana sempat beberapa kali membahas topik tentang kiat berjualan di Tokopedia. Sudjono Af, salah satu mentor IES, telah berpengalaman membuka usaha berjualan majalah Kereta Api dan berbagai pernak pernik tentang kereta api, dimana pembelinya ada yang berapa di luar negeri.