Showing posts with label MANAJEMEN. Show all posts
Showing posts with label MANAJEMEN. Show all posts

Tuesday, November 29, 2016

Menetapkan Hari Baik Memulai Usaha

Bila segala hal untuk memulai bisnis sudah siap, segeralah anda menetapkan “hari baik” untuk memulai bisnis. Menetapkan hari untuk memulai bisnis memiliki makna ganda. Pertama, menuntut kita lebih cepat dalam membuka bisnis yang kita cita-citakan. Kedua, memudahkan kita melakukan strategi promosi.

Hari baik yang saya maksud tidak ada hubungannya dengan mistik. Memang, di  masyarakat kita, banyak orang mau buka warung harus datang ke “orang pintar” untuk meminta kapan hari yang tepat untuk buka warung. Mereka percaya dengan hitungan orang pintar tersebut, kelak rejeki dari warung tersebut akan lebih lancar.

Thursday, November 17, 2016

Kiat Memilih Lokasi Bisnis di Pinggir Jalan

Bila kita mau usaha retail, kunci utamanya adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Banyak orang mengira, kalau jualan makanan, yang penting enak, pasti pelanggan akan berdatangan. Bila ada dua warung makan yang sama-sama enak dan harganya sama, yang satu lokasinya mudah dijangkau, yang lainnya berada di gang sempit, pelanggan akan memilih yang mudah dijangkau. Yang lokasinya mudah dijangkau juga lebih mudah dikenal orang dibanding yang berada di gang sempit.

Perihal mudah dijangkau, misalkan lokasi warung makan di pinggir jalan, harus diperhatikan mengenai posisinya agar sesuai dengan target pembeli. Seorang pemilik restoran di sebuah jalan di daerah Jakarta Selatan menuju Pamulang mengaku pada awalnya dia merasa heran karena lokasi restorannya di jalan raya tapi kurang ramai dibanding restoran di seberangnya. Setelah saya kunjungi saya sampaikan, bahwa kebanyakan pembeli akan kesulitan menuju restorannya karena pelanggan akan putar arah apabila mau makan.

Saran saya adalah, promo harus lebih kreatif agar sekitar 1 km sebelum lokasi restoran, pengendara mobil harus sudah tahu keberadaan restoran. Agar mereka bisa siap-siap menengok ke kanan dan putar arah. Ini juga belum cukup, harus ada kelebihan makanan yang disajikan, karena pengendara mobil untuk mencapai lokasi harus berkorban putar arah.

Setelah saya jelaskan ide ini, pemilik baru sadar. ”Oo,  pantesan Pak, hampir sepanjang jalan ini orang yang jualan makanan berada di seberang jalan ini, sehingga orang pulang kantor kalau mau cari makan tidak usah menyeberang yang membutuhkan ekstra waktu. Wah, saya kurang perhitungan Pak,” katanya.

Pelajaran baik dari pemilihan lokasi adalah, harus sesuai dengan sasaran pelanggan. Lokasi pinggir jalan biasanya mahal. Untuk bisnis tertentu mungkin harus melakukan inovasi besar-besaran agar bisa menutupi biaya sewa. Beberapa jenis usaha yang sasarannya warga di kompleks perumahan, biasanya lebih efisien jika lokasinya di dalam kompleks, bukan di jalan raya. Disamping sewa lebih murah, pembeli akan lebih mudah menjangkau lokasi yang masih di dalam kompleks perumahan. Contohnya warung nasi uduk atau bubur ayam yang sasarannya karyawan di komplek yang mau berangkat kerja, warung sembako skala kecil dan usaha lainnya. ***


Saturday, November 12, 2016

MEMBUAT SISTEM BISNIS: Cara Mudah Membuat Struktur Organisasi Usaha, Peraturan dan SOP Karyawan

Jika bisnis anda tidak punya sistem maka anda yang akan menjadi sistem. Artinya, apapun yang terjadi di perusahaan akan sepenuhnya tergantung pada anda. Pemilik warung sembako jika ikut arisan keluarga biasanya warungnya tutup, hal ini karena segala hal tergantung si pemilik warung. Dia tidak punya sistem untuk mengelola usahanya. Bahkan harga sembako pun yang hafal cuma si pemilik saja.

Jika usaha anda ingin berkembang, harus punya sistem yang baik, mulai dari organisasi usaha , sampai prosedur berbagai pekerjaan karyawan anda.

Tuesday, April 12, 2016

Mengukur Bisnis yang Menjanjikan

Anda pasti tidak asing lagi dengan artikel bombastis tentang bisnis di berbagai media cetak maupun online. Misalnya; jual krupuk pasir untungnya 100 persen. atau " modal sejuta menghasilkan 100 juta".
atau jualan krupuk omsetnya 100 juta.

Pernahkah anda tergiur lantas mencoba bisnis dan ternyata jauh panggang dari api?
Jika pernah, nggak usah khawatir. Anda tidak sendirian. Banyak orang seperti anda. Bahkan ada yang kena tipu dan melaporkan ke polisi.

Bagaimanakah cara mengukur bisnis yang tampak menggiurkan?
Pertama, pakailah logika. Jika seorang investasi 1 juta menghasilkan 5 juta tinggal ongkang-ongkang kaki, sangat boleh jadi itu adalah investasi penipuan.
Kedua, lihatlah riwayat tentang penawaran investasi bodong masa lalu. Sudah banyak masyarakat tertipu oleh informasi bisnis dan investasi yang menjanjikan namun di kemudian hari diketahui itu adalah penipuan. Mulai dari investasi agribisnis, investasi barang elektronik, koperasi dan sebagainya. Ciri-cirinya adalah menjanjikan hasil investasi yang jauh lebih tinggi dari bunga bank.
Ketiga, tanyalah pada relasi atau sahabat Anda yang sudah pengalaman dalam berbisnis. Orang-orang yang berpengalaman dalam bisnis, tentunya tidak akan mudah tertipu karena mereka paham bagaimana sulitnya mengembangkan bisnis.

Saturday, March 26, 2016

Technopreneurship, Tidak Selalu Membangun Pabrik (Artikel Bambang Suharno)


Bersama delegasi Indonesia, beberapa tahun lalu saya berkesempatan untuk untuk berkunjung ke Kota Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, untuk mengikuti seminar dan melihat sebuah pameran bisnis perunggasan terbesar di dunia, International Poultry Expo (IPE). Lokasi pameran sangat strategis, yakni di Georgia Convention Center. Tidak jauh dari sana, ada kantor pusat studio televisi CNN dan kantor pusat perusahaan  minuman ringan terbesar di dunia, Coca Cola.

Di pameran perunggasan, saya melihat bagaimana canggihnya teknologi diterapkan dalam pengembangan bisnis ayam, mulai dari kandang otomatis, sistem pemeliharaan yang terintegrasi dari pembuatan pakan ayam, pemberian pakan dan minum otomatis, teknologi menangkap ayam, memotong ayam hingga pengolahan daging dan telur ayam. Saya juga menyempatkan diri berkunjung ke pemotongan ayam modern yang berlabel halal dengan standar Majelis Ulama setempat. Saya tidak terlalu kaget dengan teknologi tersebut karena saya tahu, sebagian dari teknologi tersebut ada yang sudah diterapkan di perusahaan-perusahaan pembibitan unggas (breeding farm) dan pabrik pakan modern di Indonesia seperti Japfa Comfeed, Charoen Pokpand Indonesia, Sierad Produce dan sebagainya.

 

Namun di luar semua itu tak kalah menariknya adalah kantor pusat Coca-cola yang berada di seberang lokasi pameran. Perusahaan Coca Cola didirikan tahun 1944 oleh Asa Griggs Candler yang semula pemilik sebuah toko kimia. Pada awalnya ia menjual minuman coca cola dalam sebuah kedai minuman semacam warkop di negeri kita. Para penggemar coca cola dimanapun, bila ingin menikmati minuman coca cola harus datang ke kedai, cukup dengan mengeluarkan kocek 5 sen dolar. Ramuannya adalah coke dicampur soda, yang membuat tubuh terasa segar.

Thursday, June 9, 2011

Jika Eksekutif Punya Bisnis Sambilan

Bolehkah seorang karyawan punya bisnis sambilan? Pertanyaan ini dapat menjadi perdebatan para eksekutif puncak perusahaan. Tak sediikit perusahaan yang secara tegas melarang karyawan punya bisnis sendiri dengan alasan agar berkonsentrasi penuh dalam menjalankan tugas sebagai karyawan.

Namun peraturan semacam ini nyatanya tidak mudah diterapkan seratus persen. Trend adanya Multilevel Marketing (MLM), hampir tak bisa menjangkau peraturan ini. Sebuah perusahaan farmasi terkemuka yang saya kenal sangat ketat melarang kegiatan bisnis karyawan di luar kantor, ternyata di sana banyak karyawan merangkan pemain MLM.

Tuesday, March 8, 2011

Mengelola Gaji Menjadi Bisnis

Berapakah pendapatan anda saat ini? Berapapun yang anda peroleh, semuanya bisa berpotensi dilipat gandakan. Anda yang merasa berpenghasilan pas-pasan kemungkinan mengatakan, "mana mungkin saya bisa melipatgandakan penghasilan melalui bisnis, sedangkan setiap bulan saya harus pinjam sana sini untuk menutupi kekurangan biaya hidup?"

Wahai para pembaca yang budiman, bila anda masih bermental karyawan, berapapun uang yang anda peroleh, hutang anda akan bertambah banyak. Bila anda punya gaji satu juta rupiah, anda pasti kekurangan haji. Anda akan membayangkan bahwa gaji Rp 2 juta akan lebih baik. Ternyata, ketika gaji anda 2 juta, keinginan anda malah melebihi 2 juta. Anda harus membeli sepeda motor dengan cara kredit. Gaji anda naik lagi menjadi 3 juta, anda mulai ambil kredit rumah. Gaji naik 4 juta dan seterusnya, anda mulai membayar cicilan mobil tiap bulan. Semakin tinggi gaji anda, hutang pun semakin banyak. Itulah mental pegawai.

Sebuah survey menunjukan bahwa eksekutif yang gajinya 15-20 juta, terancam jatuh miskin karena pengeluaran konsumtifnya sangat tinggi. Bahkan 60% dari pendapatannya tersebut digunakan untuk membayar cicilan hutang. Hutang konsumtif pula. Mental pegawai identik dengan mental konsumtif. Berapapun pendapatannya, akan digunakan untuk meningkatkan gaya hidup dimana semuanya memakan tambahan biaya berikutnya. Yang dibeli pegawai selalu meminta biaya. Semakin mahal mobil yang anda beli, semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan. Beli rumah? Sama saja, makin mewah rumah yang anda beli, biaya pemeliharaannya juga semakin mahal. Lantas bagaimana sebaiknya mengelola penghasilan yang kita sebut gaji ?

Sebagaimana yang saya sampaikan di buku saya "Langkah Jitu Memulai Bisnis dari Nol", orang bermental entrepreneur berbeda dengan orang yang bermental pegawai dalam hal cara mengeluarkan uang. Orang bermental pegawai selalu mengeluarkan uang untuk kepentingan konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha agar uang yang keluar bisa kembali lagi dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan demikian orang bermental entrepreneur uangnya selalu diupayakan untuk produktif, karena pengeluaran konsumtif sebenarnya hanya meliputi sandang (pakaian), pangan dan papan (tempat tinggal).

Orang bermental pegawai selalu bekerja keras untuk mencari uang dan menghabiskannya untuk belanja barang konsumtif. Sedangkan orang bermental entrepreneur selalu berusaha sebagian uangnya bisa menjadi uang lagi. Orang bermental pegawai semua hutangnya dibayar dengan gaji, karena hutangnya berupa hutang konsumtif, sedangkan orang bermental entrepreneur boleh punya hutang, tapi hutangnya berupa hutang produktif, yakni hutang yang dibayar dari hasil bisnis.

Misalnya, hutang ke bank untuk membeli ruko, selanjutnya ruko digunakan untuk bisnis yang dapat menghasilkan sehingga dapat membayar cicilan hutang ke bank. Bagaimana caranya agar anda yang terbiasa hidup dengan pengeluaran yang konsumtif menjadi produktif?
Ikuti langkah berikut ini:

1. Disiplin untuk menyisihkan penghasilan anda, minimal 10%. Lakukanlah sekarang. Sisihkan setiap anda menerima gaji dengan memasukkan pada tabungan. Kebanyakan orang mau berniat menabung apabila ada sisa uang. Kenyataannya hampir tidak mungkin ada sisa uang yang bisa ditabung. Cara berpikirnya harus dibalik, sisihkan dulu uang untuk ditabung, barulah sisanya digunakan untuk kebutuhan harian.

2. Carilah peluang usaha yang memungkinkan anda tidak perlu mengelolanya setiap hari. Anda bilang sulit? Ya, sulit itu artinya pasti ada solusinya. Maka, carilah ilmu kepada orang yang berpengalaman mengelola bisnis tanpa harus mengelolanya setiap hari. Bacalah media tentang wirausaha, baca iklan peluang bisnis, ikuti seminar wirausaha. Kelak anda akan bertemu dengan banyak orang punya bisnis yang bisa membantu kesulitan anda.

3. Bergaullah dengan orang-orang yang telah memiliki mental entrepreneur. Dengan bergaul dengan orang bermental entrepreneur, anda akan mudah untuk mengembangkan mental entrepreneur, yakni mental untuk membuat orang menjadi produktif.4. Sedekahlah. Sumbangan merupakan wujud atau bukti bahwa anda memiliki rasa syukur atas rejeki yang anda peroleh. Sedekah juga membuat anda merasa punya kelebihan dibanding orang lain, dan kelak akan membuat anda lebih mudah dan bersemangat menggali penghasilan baru. Percaya atau tidak, lakukanlah, kelak anda akan merasakan banyak manfaatnya.

Banyak orang yang mendambakan pendapatan pasif dengan cara deposito di bank. Ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlanjur "kaya"sejak kecil. Bagi anda yang memulai karir dengan kondisi pas-pasan dan tidak mendapat warisan yang pantas didepositokan, tak perlu memikirkan cara menabung untuk mendapatkan passive income deposito. Karena berdasarkan perhitungan bunga bank normal, katakanlah 8% per tahun, maka untuk mendapatkan bunga deposito sebesar gaji anda sekarang, anda butuh waktu untuk menabung selama 25 tahun lebih dengan menyisihkan 20% penghasilan anda setiap bulan.

Apakah anda sanggup menyisihkan 20% gaji anda setiap bulan selama 25 tahun tanpa pernah diambil serupiahpun? Kemungkinannya sangat kecil bukan? Maka sebagaimana disebut di muka, anda harus disiplin menyisihkan uang penghasilan anda, yang kelak dapat digunakan untuk membuka bisnis. Itulah jalan terbaik untuk melipatgandakan penghasilan anda saat ini***

Bambang Suharno, penulis buku Best Seller "Langkah Jitu Memulai Bisnis dari NOL"

(Pesan Untuk Karyawan yang Ingin Punya Bisnis)
Bambang SuharnoDirektur Indonesian Entrepreneur Society (IES)
Email: bambangsuharno@telkom.net
http://bambangsuharno.multiply.com
Telp: 021.70228877
B