Showing posts with label SDM. Show all posts
Showing posts with label SDM. Show all posts
Tuesday, November 8, 2016
Mengurus dan Mengembangkan Organisasi Usaha
Bila anda termasuk pelaku bisnis yang sulit mengelola dan
meningkatkan kinerja karyawan, coba perhatikan bagaimana anda membagi tugas
masing-masing karyawan. Cobalah anda perhatian tugas karyawan anda sehari-hari.
Apakah ada yang mengatakan “tugas saya sehari-hari adalah apa saja yang
diperintahkan atasan’? Jika ada yang seperti ini mulailah mengevaluasi supaya
tugas dan tanggung jawab mereka jelas.
Labels:
mengembangkan bisnis,
organisasi usaha,
SDM
Saturday, April 23, 2016
Training wirausaha Sistem Resi Gudang
Faktor pergaulan dalam komunitas wirausaha sangat penting untuk
dapat mengubah mindset seseorang karena mindset adalah soal cara
berpikir yang awalnya dari alam perasaan. Cara berpikir inilah yang
mempengaruhi cara bertindak, cara bertindak ini akan menjadi kebiasaan.
Kebiasaan menciptakan karakter. "Karakter akan menentukan nasib," ujar Bambang Suharno dari Indonesian Entrepreneur Society (IES) mengutip kalimat dari Erbe Sentanu dalam buku Quantum Ikhlas. Bambang Suharni menyampaikan hal tersebut pada saat menjadi narasumber bimbingan teknis kewirausahaa yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan, Jumat 22 April 2016 di Hotel Alila Pacenongan Jakarta Pusat.
Menurut Bambang Pergaulan dengan orang-orang yang bermental produktif, pergaulan dengan orang yang percaya diri akan membuat kita itu tertular menjadi produktif dan percaya diri.
Menurut Bambang Pergaulan dengan orang-orang yang bermental produktif, pergaulan dengan orang yang percaya diri akan membuat kita itu tertular menjadi produktif dan percaya diri.
Labels:
in house training kewirausahaan,
in house training persiapan pensiun,
SDM,
sistem resi gudang,
training wirausaha
Monday, June 1, 2015
Seminar Wirausaha "Bisnis di Era MEA"
Sabtu, 30 Mei 2015, Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES) Bambang Suharno tampil sebagai pembicara tunggal pada
seminar wirausaha yang diselenggarakan Mahasiswa Program Magister
Manajemen Universitas Bhayangkara. Acara yang mengambil tema "Kiat Jitu
Memulai dan Mengembangkan Usaha dalam skala Mikro dan Menengah Menuju
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)" ini berlangsung di sebuah restoran taman di Bekasi dan diikuti
oleh 70an peserta dari mahasiswa S2, S1, serta utusan dari beberapa
kampus di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Acara dibuka oleh Direktur Pascasarjana Universitas Bhayangkara Dr. Anton Wachidin Widjaya SE MM. Dalam presentasinya Bambang menjelaskan mengenai keunggulan Indonesia dalam persaingan antar negara ASEAN antara lain sektor pariwisata, ekonomi kreatif, industri kuliner, sektor perikanan dan kelautan. "Pariwisata di Indonesia sungguh luar biasa, namun kita sendiri kurang menyadari sehingga kita merasa seolah-olah keindahan Indonesia dengan budayanya yang beraneka ragam, kita anggap sebagai hal biasa," kata Bambang.
Ia menambahkan, Malaysia penduduknya 25 juta, jumlah wisatawannya 25 juta. Indonesia berpenduduk 240 juta, jumlah wisatawan asingnya juga 25 juta. "Ini berarti kita masih punya peluang yang sangat besar untuk meraih perkembangan ekonomi dari dunia wisata," katanya.
Bambang menegaskan, soal kemampuan daya saing negara adalah tanggungjawab pemerintah. Masyarakat, dalam hal ini dunia usaha, hanya berusaha sebaik mungkin untuk menangkap peluang yang ada. Maka pemerintah perlu peka terhadap apa yang dialami dunia usaha.
Dalam hal kiat bersaing, ia menyampaikan beberapa kasus yang membuat
pelaku usaha tidak takut bersaing dalam situasi apapun. Ia menyampaikan
strategi monopoli positif yang dilakukan oleh banyak pebisnis sukses,
antara lain Gramedia, Starbuck, Bioskop 21 dan sebagainya. usaha mereka
nyaris tidak bisa tersaingi , bisa dikatakan bebas menentukan harga
seenaknya, tapi tetap laris. Bagaimana rahasianya bambang menguraikan
dalam sesi akhir dari seminar ini.
Peserta sangat antusias menyimak paparan Bambang dan karena waktunya terbatas beberapa penanya belum sempat memberikan pertanyaannya. Dalam sesi akhir, Aditya Maulana, salah satu anggota Indonesian Entrepreneur Society (IES) yang merupakan wadah yang didirikan Bambang Suharno, menyampaikan pengalaman berwirausaha melalui sistem online. Aditya menjalankan beberapa bisnis salah satunya berjualan herbal secara online. Menurut Aditya, bisnis secara online ini sangat tepat sebagai sarana untuk memasarkan produk ke berbagai negara di era MEA nanti.
Acara dibuka oleh Direktur Pascasarjana Universitas Bhayangkara Dr. Anton Wachidin Widjaya SE MM. Dalam presentasinya Bambang menjelaskan mengenai keunggulan Indonesia dalam persaingan antar negara ASEAN antara lain sektor pariwisata, ekonomi kreatif, industri kuliner, sektor perikanan dan kelautan. "Pariwisata di Indonesia sungguh luar biasa, namun kita sendiri kurang menyadari sehingga kita merasa seolah-olah keindahan Indonesia dengan budayanya yang beraneka ragam, kita anggap sebagai hal biasa," kata Bambang.
Ia menambahkan, Malaysia penduduknya 25 juta, jumlah wisatawannya 25 juta. Indonesia berpenduduk 240 juta, jumlah wisatawan asingnya juga 25 juta. "Ini berarti kita masih punya peluang yang sangat besar untuk meraih perkembangan ekonomi dari dunia wisata," katanya.
Bambang menegaskan, soal kemampuan daya saing negara adalah tanggungjawab pemerintah. Masyarakat, dalam hal ini dunia usaha, hanya berusaha sebaik mungkin untuk menangkap peluang yang ada. Maka pemerintah perlu peka terhadap apa yang dialami dunia usaha.
| Dr Anton (kanan) meberi cindera mata ke Bambang Suharno |
Peserta sangat antusias menyimak paparan Bambang dan karena waktunya terbatas beberapa penanya belum sempat memberikan pertanyaannya. Dalam sesi akhir, Aditya Maulana, salah satu anggota Indonesian Entrepreneur Society (IES) yang merupakan wadah yang didirikan Bambang Suharno, menyampaikan pengalaman berwirausaha melalui sistem online. Aditya menjalankan beberapa bisnis salah satunya berjualan herbal secara online. Menurut Aditya, bisnis secara online ini sangat tepat sebagai sarana untuk memasarkan produk ke berbagai negara di era MEA nanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)

